Disini saya ingin menulis tentang
bagaimana Islam di Jerman. Apabila agama Islam adalah agama mayoritas di
Indonesia, maka sebaliknya di Jerman, Islam adalah agama minoritas. Tetapi
jangan sedih dulu, karena minoritasnya Islam di Jerman adalah bukan minoritas
seminoritas nya agama lain di Indonesia. Islam adalah agama no 3 di Jerman
setelah Katolik dan Protestan.
Di tahun 2006 terdapat 3,5 juta
penduduk Jerman yang muslim. Angka itu berada di 4% dari total penduduk Jerman.
Dan di tahun 2008 angka itu naik menjadi 5% dari total penduduk Jerman, yaitu 4
juta muslim di Jerman.
Angka itu mungkin sedikit, tetapi
apabila kita melihat situasi dan kondisi, maka Insya Allah Islam akan terus
bertambah jumlah nya di Jerman, dimana kita tahu bahwa berdasarkan statistik
angka kelahiran penduduk Jerman asli adalah minus kedepannya. Dan apabila anda
melihat di lapangan, bahwa orang-orang pendatang yang sudah berstatus warga Negara
Jerman dan beragama Islam mereka mempunya anak biasanya lebih dari 2. Bahkan
tidak sedikit yang 4 sampai 5.
Jadi anda bisa bayangkan kira-kira
di tahun 2025 berapa besar jumlah penduduk Jerman yang Islam.
Saya ingin menuliskan bagaimana saya
sebagai Muslim di Jerman dalam mengamalkan agama Allah ini.
Di kota saya Dortmund, apabila anda
berjalan misalnya di stasiun kereta, hampir di pastikan, ya di pastikan anda
akan bertemu wanita yang berjilbab. Dan itu tidak hanya terjadi di kota
berpenduduk 600 ribu seperti Dortmund. Itu terjadi juga di banyak kota kecil
maupun kota besar lainnya.
Saya tinggal 3 stasiun dari Dortmund
Central station. Di sekitar rumah saya yang saya ketemu sampai sekarang ada 5
Masjid. Ya 5 masjid, itu hanya dalam radius 1 Kilometer.
2 Masjid Turki, 1 masjid Bangladesh,
1 masjid Arab dan 1 masjid Bosnia.
Dan masih banyak masjid lagi yang
terdapat di kota ini yang saya pernah saya lihat.
Alhamdulillah
ini tidak hanya di Dortmund tapi di banyak kota lainnya juga seperti ini
kenyataannya.
Jadi untuk soal melaksanakan
kewajiban kita seperti Sholat baik sholat 5 waktu apalagi solat Jumat, Insya Allah
tidak ada kesulitan.
Setiap muslim di perintahkan untuk
memakan makanan yang halal dan meminum yang di perbolehkan dan yang tidak ada alkoholnya.
Alhamdulillah daging ataupun makanan
lainnya yang halal terdapat banyak sekali pilihannya di Jerman ini. Di seberang
jalan di rumah saya ada 1 toko Turki yang menjual daging serba Halal, Sosis
serba Halal dan bahkan Haribo serba Halal.
Di toko seperti itulah saya hampir
selama di Jerman selalu membeli daging yang saya mau konsumsi.
Dan toko seperti itu terdapat juga
di banyak kota-kota lainny. Apalagi di kota besar semacam Berlin,
Hamburg, Düsseldorf, Köln dan München.
Sebenarnya
untuk hanya ayam, sangat mudah untuk
mencari ayam yang Halal. Tidak harus di toko Turki untuk mencari nya, ayam
Halal bermerk Wiesenhof bisa di
dapatkan di banyak Swalayan umum di Netto, Kaufland, Real, dll di berbagai tempat. Begitupula dengan sosis
Halal, bisa anda dapatkan di berbagai Swalayan umum, ada yang bermerk Wiesenhof ada yang banyak juga bermerk
lain.
![]() |
| Contoh Ganzes Hänchen (ayam utuh) yang Halal |
![]() |
| Contoh Sosis Halal |
Untuk daging
sapi atau kambing yang halal, setahu saya hanya bisa di dapatkan swalayan Turki.
Saya pribadi
jarang sekali makan di Mensa atau kantin milik Kampus. Karena tidak jelas asal
muasal dagingnya. Tetapi ada juga pilihan menu Vegetarisch/Vegetarian. Di
pilihan itu biasanya tanpa daging, kadang hanya sayur, sup-supan, dan ikan. Itu
yang kadang-kadang menjadi pilihan untuk yang Muslim di Kampus.
Dan untuk
makan di luar misalnya lagi jalan-jalan, saya selalu mencari yang jelas
tertulis Halal atau apabila tidak tertulis maka saya akan bertanya kepada si
penjual apakah makanan itu Halal. Ini hanya berlaku di restoran turki atau
semacamnya. Untuk restoran Jerman menurut saya tidak perlu di tanya lagi,
karena hampir bisa di pastikan itu tidak Halal. Dan saya selalu memilih dari
restoran-restoran yang menjual makanan Halal yang tidak menjual minuman
Beralkohol. Karena banyak restoran yang menjual makanan Halal, tapi mereka juga
menjual Alkohol atau bahkan mempunyai alat Judi di dalamnya yang menggunakan
koin.
Saya
praktekan yang seperti itu karena keyakinan saya akan segala sesuatu nya yang
Halal. Yang misalnya bagaimana mungkin seseorang berdoa, sedang dia memakan
yang tidak Halal atau tidak jelas asal muasalnya?. Berdasarkan sebuah Hadist
yang berbunyi ;
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wassalam menyebutkan, “ Seorang lelaki yang lusuh lagi kumal
karena lama bepergian mengangkat tangan ke langit tinggi-tinggi dan berdoa, ‘Ya
Rabbi, ya Rabbi sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram,
dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimanakah doanya bisa terkabulkan
?” (HR. Muslim)
Mungkin banyak yang selalu
bilang, ah makan ayam tidak bertuliskan Halal tidak apa-apa toh kan ayam bukan
Babi yang jelas keharamannya. Ya itu keputusan dia. Karena mungkin menurut saya
dia mengambil yang gampangnya. Tidak mau berusaha untuk membeli yang Halal. Toh
mencari yang Halal adalah tidak susah di Jerman ini menurut saya dan
berdasarkan pengalaman saya selama tinggal di negeri yang maju pesat ini.
Semoga kita semua di beri
kemudahan dalam menjalankan Agama kita. Amin



No comments:
Post a Comment