Monday, December 30, 2013

10 Days traveling in Spanyol/Spain/Espana/Spanien.

Our journey route

Perjalanan saya menuju Spanyol terjadi di bulan April 2011. Di saat kami di Jerman sedang libur Osternferien/libur paskah.
Perjalanan saya kali ini bersama sahabat saya seperantauan dari Indonesia. Sahabat yang berasal dari Negeri Serambi Mekkah nya Indonesia, Nangroe Aceh Darussalam, Aulia.
Perjalanan kami ke Spanyol menggunakan pesawat. Kami terbang menggunakan low cost airlines milik Ryanair. Dengan route dari Düsseldorf Weeze menuju Madrid dan pulangnya Barcelona-Düsseldorf Weeze. Düsseldorf Weeze tidak terletak di Düsseldorf ,tapi di antah berantah yang terletak 70 km dari Düsseldorf.
Saya sebelumnya tidak tahu bandara itu 70 km dari Düsseldorf, setelah saya pergi kesana menggunakan kereta baru saya ngeh, kalau itu bukanlah di dekat Düsseldorf. Tapi malah lebih dekat dengan perbatasan Belanda. Bandara Weeze itu adalah eks airborne airport milik Inggris, selama Jerman masih di pecah menjadi 2 di saat perang dingin.
Penerbangan dari Düsseldorf Weeze ke Madrid lamanya sekitar 3 jam.
Route perjalanan selama kami di Spanyol adalah Madrid, Toledo, Barcelona, Cordoba, Granada, Sevilla kemudian Barcelona lagi, dan Barcelona-Düsseldorf Weeze.
Selama di Spanyol kami menggunakan kereta. Dan tiket kereta selama disana adalah Interrail ticket. Interrail ticket adalah tiket khusus untuk seseorang yang warga negera Eropa atau seseorang yang telah menetap di Eropa lebih dari 6 bulan. Jadi untuk yang tidak dalam kategori  tersebut dapat membeli Eurorail. Itu biasanya di gunakan oleh turis bukan Eropa di Eropa.
Kami membeli pilihan Interrail yang hanya di Spanyol (one country pass), dengan opsi  4 days within 1 month ticket. Yang berarti kami bisa menggunakannya dalam 4 hari yang berbeda di dalam jangka waktu 1 bulan. Tiket ini berlaku untuk semua jenis kereta antar kota baik yang cepat ataupun yang lambat. 4 days tiket itu kami pakai 1x untuk route Madrid-Barcelona, 1x untuk Barcelona-Cordoba, 1x untuk Cordoba-Granada dan 1x untuk Sevilla-Barcelona. Semua perjalan kami di hari yang berbeda. Sebetulnya istilah 4 days itu anda bisa saja dalam 1 day melakukan perjalanan  kemana saja sesuka anda tidak harus hanya dari 1 tempat ke 1 tempat tapi bisa ke berbagai tempat asalkan masih dalam 1 hari yang sama. Untuk di beberapa Negara anda harus mereservasi tempat duduk saat menggunakan Interrail tiket ini. Termasuk di Spanyol saya harus mereservasi tempat duduk.
Rincian 10 hari di Spanyol yang kami rencanakan adalah 3 hari 2 malam Madrid + Toledo, 2 hari 2 malam di Barcelona, 1 hari 1 malam di Cordoba, 1 hari 2 malam di Granada, 1 hari  1 malam di Sevilla dan kemudian 1 hari 1 malam di Barcelona lagi.


To be continued in next posts …

Wednesday, December 25, 2013

Islam di Jerman dan bagaimana mencari makanan Halal di Jerman




Disini saya ingin menulis tentang bagaimana Islam di Jerman. Apabila agama Islam adalah agama mayoritas di Indonesia, maka sebaliknya di Jerman, Islam adalah agama minoritas. Tetapi jangan sedih dulu, karena minoritasnya Islam di Jerman adalah bukan minoritas seminoritas nya agama lain di Indonesia. Islam adalah agama no 3 di Jerman setelah Katolik dan Protestan.
Di tahun 2006 terdapat 3,5 juta penduduk Jerman yang muslim. Angka itu berada di 4% dari total penduduk Jerman. Dan di tahun 2008 angka itu naik menjadi 5% dari total penduduk Jerman, yaitu 4 juta muslim di Jerman.
Angka itu mungkin sedikit, tetapi apabila kita melihat situasi dan kondisi, maka Insya Allah Islam akan terus bertambah jumlah nya di Jerman, dimana kita tahu bahwa berdasarkan statistik angka kelahiran penduduk Jerman asli adalah minus kedepannya. Dan apabila anda melihat di lapangan, bahwa orang-orang pendatang yang sudah berstatus warga Negara Jerman dan beragama Islam mereka mempunya anak biasanya lebih dari 2. Bahkan tidak sedikit yang 4 sampai 5.
Jadi anda bisa bayangkan kira-kira di tahun 2025 berapa besar jumlah penduduk Jerman yang Islam.
Saya ingin menuliskan bagaimana saya sebagai Muslim di Jerman dalam mengamalkan agama Allah ini.
Di kota saya Dortmund, apabila anda berjalan misalnya di stasiun kereta, hampir di pastikan, ya di pastikan anda akan bertemu wanita yang berjilbab. Dan itu tidak hanya terjadi di kota berpenduduk 600 ribu seperti Dortmund. Itu terjadi juga di banyak kota kecil maupun kota besar lainnya.
Saya tinggal 3 stasiun dari Dortmund Central station. Di sekitar rumah saya yang saya ketemu sampai sekarang ada 5 Masjid. Ya 5 masjid, itu hanya dalam radius 1 Kilometer.
2 Masjid Turki, 1 masjid Bangladesh, 1 masjid Arab dan 1 masjid Bosnia.
Dan masih banyak masjid lagi yang terdapat di kota ini yang saya pernah saya lihat.
Alhamdulillah ini tidak hanya di Dortmund tapi di banyak kota lainnya juga seperti ini kenyataannya.
Jadi untuk soal melaksanakan kewajiban kita seperti Sholat baik sholat 5 waktu apalagi solat Jumat, Insya Allah tidak ada kesulitan.
Setiap muslim di perintahkan untuk memakan makanan yang halal dan meminum yang di perbolehkan dan yang tidak ada alkoholnya.
Alhamdulillah daging ataupun makanan lainnya yang halal terdapat banyak sekali pilihannya di Jerman ini. Di seberang jalan di rumah saya ada 1 toko Turki yang menjual daging serba Halal, Sosis serba Halal dan bahkan Haribo serba Halal.
Di toko seperti itulah saya hampir selama di Jerman selalu membeli daging yang saya mau konsumsi.
Dan toko seperti itu terdapat juga di banyak kota-kota lainny. Apalagi di kota besar semacam Berlin, Hamburg, Düsseldorf, Köln dan München.
Sebenarnya untuk hanya  ayam, sangat mudah untuk mencari ayam yang Halal. Tidak harus di toko Turki untuk mencari nya, ayam Halal bermerk Wiesenhof bisa di dapatkan di banyak Swalayan umum di Netto, Kaufland, Real, dll di berbagai tempat. Begitupula dengan sosis Halal, bisa anda dapatkan di berbagai Swalayan umum, ada yang bermerk Wiesenhof ada yang banyak juga bermerk lain.

Contoh Ganzes Hänchen (ayam utuh) yang Halal

Contoh Sosis Halal


Untuk daging sapi atau kambing yang halal, setahu saya hanya bisa di dapatkan swalayan Turki.
Saya pribadi jarang sekali makan di Mensa atau kantin milik Kampus. Karena tidak jelas asal muasal dagingnya. Tetapi ada juga pilihan menu Vegetarisch/Vegetarian. Di pilihan itu biasanya tanpa daging, kadang hanya sayur, sup-supan, dan ikan. Itu yang kadang-kadang menjadi pilihan untuk yang Muslim di Kampus.
Dan untuk makan di luar misalnya lagi jalan-jalan, saya selalu mencari yang jelas tertulis Halal atau apabila tidak tertulis maka saya akan bertanya kepada si penjual apakah makanan itu Halal. Ini hanya berlaku di restoran turki atau semacamnya. Untuk restoran Jerman menurut saya tidak perlu di tanya lagi, karena hampir bisa di pastikan itu tidak Halal. Dan saya selalu memilih dari restoran-restoran yang menjual makanan Halal yang tidak menjual minuman Beralkohol. Karena banyak restoran yang menjual makanan Halal, tapi mereka juga menjual Alkohol atau bahkan mempunyai alat Judi di dalamnya yang menggunakan koin.

Saya praktekan yang seperti itu karena keyakinan saya akan segala sesuatu nya yang Halal. Yang misalnya bagaimana mungkin seseorang berdoa, sedang dia memakan yang tidak Halal atau tidak jelas asal muasalnya?. Berdasarkan sebuah Hadist yang berbunyi ;

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menyebutkan, “ Seorang lelaki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat tangan ke langit tinggi-tinggi dan berdoa, ‘Ya Rabbi, ya Rabbi sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimanakah doanya bisa terkabulkan ?” (HR. Muslim)

Mungkin banyak yang selalu bilang, ah makan ayam tidak bertuliskan Halal tidak apa-apa toh kan ayam bukan Babi yang jelas keharamannya. Ya itu keputusan dia. Karena mungkin menurut saya dia mengambil yang gampangnya. Tidak mau berusaha untuk membeli yang Halal. Toh mencari yang Halal adalah tidak susah di Jerman ini menurut saya dan berdasarkan pengalaman saya selama tinggal di negeri yang maju pesat ini.

Semoga kita semua di beri kemudahan dalam menjalankan Agama kita. Amin

Tuesday, December 24, 2013

Short trip ke Amsterdam dan Vollendam, Holland


Iamsterdam

Hari Minggu, 22 Desember 2013, pukul 6.00 pagi matahari masih belum bersinar dan waktu subuh pun belum masuk, istri dan saya berjalan kaki ke stasiun pusat Dortmund. Kamit terpaksa berjalan kaki karena kereta di depan rumah belum mulai jam jam segitu di hari minggu.
15 Menit kami berjalan kaki. Pukul 6.21 kereta kami berangkat menuju Viersen. Dari Viersen kami pindah kereta untuk menuju Venlo. Venlo sudah masuk dalam peta Belanda.
Dari Venlo kami menuju ke Eindhoven. Kereta yang kami naikin di negeri kincir angin ini adalah kelas IC atau InterCity. Yang kalau di Jerman adalah kereta cepat no.2 setelah ICE. Dan yang termahal nomor 2 setelah ICE juga. Tapi bentuk dan jenis kereta IC milik belanda ini sama bentuk dan kelasnya seperti kereta Regional express di Jerman. Yang kami biasa naiki dengan Semesterticket pelajar kami.
Dan menurut saya pribadi kereta Regional Jerman jauh lebih bagus dari pada kereta IC milik Belanda. Apalagi WC nya, saya heran sekali kenapa WC di IC milik Belanda yang saya ingin gunakan antara dia rusak atau sangat kotor sehingga tak layak untuk di gunakan.
Kelebihan di kereta milik Belanda ini hanya 1 menurut saya. Yaitu WIFI gratisnya.
Di Jerman jangan anda harap bias mendapat WIFI gratis, baik itu di bandara Internasional nya sekalipun apalagi di kereta.
Tetapi di Belanda itu kelebihannya, WIFI di kereta nya gratis dan di bus juga gratis saya liat tanda nya. Jadi kita tidak bosan di kereta, karena bias terhubung dengan dunia maya.
Amsterdam, ini adalah pertama kali nya saya menginjakan kaki disana, dan istri saya juga begitu.
Di dalam benak saya Amsterdam hanya sebuah kota biasa, yang dimana ganja di legalkan di jual di kedai tertentu. Kota yang penuh dengan sepeda. Dan banyak kanal-kanal airnya.
Kami hanya sebentar di Amsterdam, mungkin hanya sekitar 2-2,5 jam saja dan 2 jam nya di Vollendam. Vollendam terletak sekitar 20 km dari Amsterdam. Vollendam terletak di pinggir laut. Anginnya kencang dan bias di katakana dingin. Di sana kami hanya berfoto menggunakan kostum tradisional Belanda.
Dan setelah itu kami kembali lagi ke Amsterdam untuk makan siang dan jalan-jalan menuju tempat yang ada tulisan Iamsterdam.
Di tram kota Amsterdam istri saya dan saya sangat menyukai façade nya bangunan-bangunan di Amsterdam. Menurut kami Amsterdam sangat bagus. Beda dari kota-kota Jerman umumnya, beda dari kota-kota eropa lainnya. Bentuk rumah nya yang sangat khas dan jendela nya yang besar-besar itu merubah pikiran saya tentang Amsterdam.
Definitif saya dan istri akan berkunjung lagi kesini untuk bisa menikmati suasana kota cantik ini lagi dengan lebih santai dan nyaman tanpa harus tergesa gesa untuk pulang.
Apabila anda mengerti tentang dunia Arsitektur dan mengenal Arsitek-arsitek dari Belanda yang terkenal seperti OMA dan MVRDV, anda pasti akan berpikir. Pantas saja mereka membuat gedung-gedung mereka seperti itu, mungkin inspirasi nya muncul dari suasana bangunan kota Amsterdam ini.
Ada 1 yang masih belum terjawab tentang Amsterdam di benak saya, yaitu kenapa bangunannya banyak yang miring baik kedepan atau kesamping. Nanti akan saya cari tahun lebih dalam lagi tentang itu di kunjungan berikutnya.


Sekian by Eky S Sanjaya, short trip to Amsterdam dan Vollendam



Vollendam costum

Amsterdam houses

Biaya Kuliah di Jerman - Biaya hidup

1.      Berapa biaya yang harus di keluarkan untuk kuliah di Jerman?

Biaya Hidup
Belanjaan mau liburan

Biaya hidup di Jerman tergantung dimana si mahasiswa tinggal. Misal dia tinggal di kota besar seperti München (Munich) tentu biasa yang di keluarkan akan lebih mahal di banding dengan saya yang tinggal di Dortmund. Dan apabila biaya hidup saya di bandingkan dengan yang di kota kecil seperti Wismar tentu saja yang di wismar akan lebih murah.
Rata-rata biaya hidup perbulan bervariasi, tetapi menurut saya dan dari apa yang saya dengar sekitar 450-600 Euro.
Biaya saya hidup di Dortmund berkisar 500an Euro, itu sudah termasuk asuransi, rumah tinggal, internet, pulsa handphone dan makan  (Saya tidak terlalu hemat).
Untuk supaya biaya perbulan bisa lebih murah, maka masaklah sendiri di rumah.

Bagi setiap calon mahasiswa yang akan berangkat ke Jerman, di saat mereka mengurus Visa di kedutaan Jerman, mereka di wajibkan mendepositokan uang sebesar 100 Juta rupiah. Dimana uang itu nanti akan di kirim ke rekening si calon mahasiswa ke rekening dia di Jerman. Uang itu sebetulnya adalah uang untuk dia sendiri nanti di Jerman. Bila di Euro kan maka 100 juta rupiah itu berkisar di 7800 euro. Dimana perhitungan itu adalah untuk 12 bulan biaya hidup di Jerman.
Jadi pemerintah Jerman tidak mau si calon mahasiswa tersebut datang ke Jerman untuk sekolah namun tidak dapat membiaya hidupnya di Jerman.  Jadi dengan deposito itu atau yang namanya Sperrkonto dalam bahasa Jerman si calon mahasiswa di pastikan bisa menghidupi diri nya.
Untuk sekarang ini, hampir setiap mahasiswa Indonesia di Jerman yang baru dating apabila mereka memperpanjang visa study nya mereka akan di minta bukti print out dari rekening mereka yang mereka di wajibkan mempunya Uang Sperrkonto tersebut lagi.
Memang itu sangat kerasa, harus menyiapkan uang sebanyak itu setiap akan memperpanjang visa.

Intermezzo tentang visa, biasanya dalam pertama kali memperpanjang visa di saat kita baru mulai kuliah, biasanya si pemohon visa akan mendapatkan 2 tahun visa (Deutsch : Visum). Dan untuk perpanjangan yang kedua juga kadang-kadang bisa mendapat 2 tahun lagi tapi juga bisa hanya 1 tahun saja. Semua tergantung di kota mana, sekali lagi kota dimana kota memilih sangat meiliki pengaruh besar. Untuk perpanjangan visa yang berikutnya biasanya akan mendapat hanya 1 tahun, 1 tahun.

Biaya Kuliah di Jerman - Biaya tempat tinggal

1.      Berapa biaya yang harus di keluarkan untuk kuliah di Jerman?

Biaya tempat tinggal

Tempat tinggal saya yang sekarang adalah tempat ke 4 yang saya pernah tinggali di Dortmund.
Yang pertama adalah privates Studentenwohnheim atau translate nya asrama untuk mahasiswa milik privat. Waktu itu kamar saya berukuran 11 m² dan sudah full furnished. WC dan kamar mandi sharring bersama dengan tetangga di lorong yang sama, sedangkan dapur dan ruang makan sharring dengan tetangga selantai. Biaya sewa kamar tersebut 180 Euro per bulan, sudah termasuk listrik dan pemanas. Di awal saat akan mengontrak saya di wajibkan membayar yang namanya Kaution  sebesar 180 Euro. Kaution adalah uang yang di bayarkan oleh yang akan menyewa kamar dan akan di simpan oleh si perusahaan pemilik kamar sebagai jaminan. Apabila si penyewa kamar  memutus kontraknya dan akan keluar dari kamar tersebut, makan si pemilik kamar/gedung akan memeriksa kamar tersebut, apabila banyak yang rusak selama si penyewa tinggal di kamar itu, makan sebagai biaya perbaikannya akan di ambil dari uang Kaution tersebut. Dan apabila bersisa maka akan di kembalikan sisanya, tapi apabila malah minus, makan akan di tagih lagi ke si mahasiswa penyewa itu.
Apabila seandainya tidak ada yang rusak dan tidak ada yang perlu di perbaiki, maka uang Kaution tersebut akan kembali secara utuh ke si penyewa tadi.
Untuk tempat tinggal yang lainnya, ada lagi yang namanya Studentenwohnheim dari Studentenwerk. Asrama yang ini adalah milih perusahaan yang namanya Studentenwerk, dan itu bukan milik pribadi seperti tempat yang pernah saya tinggali pertama kali.
Studentenwohnheim Stw (Studentenwerk) biasanya hampir ada di setiap kota yang terdapat perguruan tingg di kota itu. Dan lokasi gedung tempat tinggalnya biasanya terletak tidak jauh dari area kampus.
Besar kamar dan variasi kamar yang di sewakan bervariasi, ada yang kamar sendiri tapi WC kamar mandi dan dapurnya sharring bersama tetangga lainnya dan ada juga yang seperti apartemen, yaitu kamar di lengkapi dapur kecil dan wc kamar mandi sendiri. Yang seperti itu biasa di sebut Einzelappartement atau Einzelzimmer. Sedangkan yang sharring di sebut Wohngemeinschaft.
Biaya sewa kamar/appartement milik Studentenwerk bervariasi juga harganya, tergantung dari lokasi nya, besar kamarnya, apakah kamar itu full furnished (voll möbliert) atau half furnished (teilmöbliert). Dan mungkin ada juga yang tidak furnished (unmöbliert).
Di saat akan menyewa kamar baik apartemen milik Stw ini juga di wajibkan membayar Kaution.
Kautionnya juga berbeda biasanya tergantung dari bagaimana yang akan di sewa.

Studentenwohnheim milik Stw di Dortmund

Contoh denah Studentenwohnheim Stwerk Dortmund, Wohngemeinschaft

Ada lagi yang namanya private Wohnung. Private Wohnung istilahnya apartemen privat.
Jadi kita menyewa sebuah apartemen yang misalnya besarnya 52 m² seperti yang saya tinggali sekarang. Di apartemen tersebut ada 2 kamar yang masing-masing besarnya 15 m², 1 dapur plus ruang makan, 1 gudang kecil 1,8 m², balkon/teras, dan 1 kamar mandi. Harga sewa (Miete) saya 350 Euro sudah termasuk yang namanya Nebenkosten (air, sampah dan hal kecil-kecil lainya) dan kemudian saya harus membayar untuk listrik dan gas. Karena pemanas saya menggunakan gas.
Gas saya perbulan sekitar 69 Euro dan listrik saya 65 Euro. Dari total 3 biaya itu saya membayar lagi untuk internet sebesar 20 Euro. Negativ nya private Wohnung di banding Studentenwohnheim itu adalah kita harus membayar extra listrik dan pemanas. Di Studentenwohnheim itu biasanya kita bisa sesuka nya memakai listrik dan pemanas. Sedangkan di private Wohnung karena kita bayar sendiri untuk yang 2 itu, maka tidak boleh boros.

Monday, December 23, 2013

Biaya Kuliah di Jerman - Asuransi kesehatan

1.      Berapa biaya yang harus di keluarkan untuk kuliah di Jerman?

Asuransi kesehatan

Contoh kartu asuransi TK


Setiap penduduk di Jerman (juga mahasiswa) di wajibkan memiliki asuransi kesehatan.
Umumnya asuransi kesehatan untuk mahasiswa ada 2 yaitu, techniker Krankenkasse (TK) dan AOK. Dua asuransi ini biasa di sebut gesetzliche krankenkasse atau bisa di artikan adalah asuransi yang di wajibkan sesuai perturan untuk orang-orang yang masuk dalam kreteria batas-batas asuransi.
Inti nya adalah umumnya Student atau mahasiswa di bawah 30 tahun menggunakan asuransi salah satu dari TK dan AOK itu.Kisaran biayanya adalah 79 Euro perbulan.
Untuk yang mahasiswa di atas 30 tahun biasanya menggunakan asuransi kesehatan yang Privatkrankenkasse.  Biaya private Krankenkasse bervariasi di karenakan perusahan asuransi nya juga bermacam macam dan jenis asuransi nya bermacam macam juga.
Perbedaan yang mentereng dari gesetzlich dan privat yaitu, apabila si pengguna asuransi pergi ke dokter untuk berobat, maka untuk yang gesetzlich biasanya hanya memberikan kartu nya saya dan kemudian tidak perlu membayar apa-apa. Untuk biaya nya itu urusan antara pihak dokter dan perusahaan asuransi nya saja. Si pengguna tidak perlu mengurus apa-apa.

Namun untuk pengguna privat Krankenkasse, di saat berobat si pengguna biasanya akan di beri kwitansi biaya berobat, dan di wajibkan untuk membayar nya dulu, dan kemudian kwitasi bukti pembayaran dan berobat di kirim kepada perusahaan asuransi baru kemudian si perusahaan asuransi mengganti biaya berobat si pengguna. 

Biaya kuliah di Jerman

1.      Berapa biaya yang harus di keluarkan untuk kuliah di Jerman?

Biaya kuliah

Seperti yang sempat saya tulis sebelumnya, umumnya kuliah di Jerman adalah Gratis. Tidak ada biaya yang akan di kenakan untuk kuliah di Jerman baik itu biaya masuk atau biaya per semester.
Setiap Bundesländer (State / Negara bagian) mempunyai  peraturan yang berbeda-beda.  Mungkin saja ada sampai saat ini masi Bundesländer Jerman yang mengenakan biaya per Semester, seperti  hal nya negara bagian di tempat saya tinggal (Nordrheinwestfallen, liat foto di bawah) di tahun 2008-2009 mewajibkan untuk setiap mahasiswa membayar biaya per semester  sebesar 500 Euro.
Dari 2009 sampai saat ini di bebaskan biaya untuk di kawasan tempat saya tinggal dan banyak lagi di Bundesländer lainnya. Biaya yang di kenakan umumnya adalah biaya yang namanya Semesterticket. Besarannya tergantung dari Universitas atau kota dimana si mahasiswa tinggal. Seperti di kota saya (Dortmund) di kenakan biaya Semesterticket sebesar 226 Euro.
Semesterticket (liat foto di bawah) adalah bukan untuk biaya sekolah, tapi adalah biaya untuk tiket transportasi, dan beberapa biaya  lainnya per semester.
Dengan semesterticket saya bisa menggunakan transportasi umum selama 1 semester, yaitu bus, kereta dalam kota (Uban, Strassenbahn) dan kereta antar kota di Nordrheinwesfallen terkecuali kereta cepat (IC dan ICE).

Setiap bagian negera Jerman berbeda beda kebijakannya, bisa saja di bagian tertentu atau kota tertentu tidak di wajibkan membayar semesterticket atau di wajibkan tetapi hanya beberapa Euro di karenakan kota itu kota kecil dan tidak perlu transportasi umum.

Contoh Semesterticket Nordrheinwestfallen

Contoh Semesterticket Uni Paderborn

Bundesländer Jerman


Kuliah di Jerman, Study in Germany





Di posting ini saya akan menulis point-point tentang kuliah di Jerman. Mulai dari point tentang mengapa kuliah di Jerman, bagaimana cara untuk bisa kuliah di Jerman, apa saja yang harus di lakukan dan lain-lainya. Tulisan saya ini berdasarkan pengalaman saya ketika mempersiapkan segala sesuatu nya di saat akan kuliah ke Jerman. Dan juga berdasarkan pengalaman orang-orang di sekitar saya yang juga sedang menempuh pendidikan di Jerman.
Semoga tulisan saya ini dapat membantu teman-teman yang akan atau yang mau kuliah di Jerman.

Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang timbul di saat seseorang mau atau merencanakan kuliah ke Jerman berdasarkan pengalaman saya.

1.      Mengapa kuliah ke Jerman?
2.      Berapa biaya yang harus di keluarkan untuk bisa kuliah ke Jerman?
3.      Bagaimana cara untuk bisa kuliah ke Jerman?
4.      Apa saja persyaratannya?
5.      Bagaimana mendaftarnya?
6.      Bahasa nya gimana?
7.      Tinggalnya nanti di mana?
8.      Saya masih di Indonesia, gimana ngurus semua nya?
9.      Saya orang daerah nih, apa ga susah untuk ngurus-ngurusnya?
10.  Sesampai nya di Jerman gimana, siapa yang jemput, bagaimana menuju tempat tinggal?
11.  Ah susah banget, apakah pakai jasa Agent saja?


1.      Mengapa kuliah ke Jerman
Pertanyaan ini adalah pertanyaan umum yang biasa di lontarkan oleh orang yang menanya kepada kita apabila kita sedang kuliah di tempat  yang asing bagi sang penanya.
Untuk jawaban mengapa kuliah di Jerman, jawaban menurut saya pribadi yang pertama adalah karena pendidikan di Jerman lebih baik dari pada di Indonesia, baik secara sistemnya maupun terapannya.  Yang kedua saya rasa pendidikan di Jerman tidak perlu di ragukan lagi, karena seperti yang kita semua tau, Jerman adalah salah satu negara termaju di dunia, baik dalam hal teknologi, industri, teknik, pengetahuan dan dalam banyak hal lainnya. Yang ketiga  adalah karena biaya pendidikan di Jerman adalah murah (bukan murahan). Yang keempat adalah bisa memperluas wawasan saya tentang dunia belahan barat ini dan memperbanyak kenalan saya.  Dan yang kelima adalah harapan dengan berstatus tamatan dari Jerman bisa memperoleh peluang perkerjaan yang menjajikan kedepannya (Insya Allah).
Itu adalah alasan saya mengapa saya kuliah di Jerman. Mungkin alasan alasan anda mengapa kuliah di Jerman dan mengapa akan kuliah di Jerman bisa saja berbeda beda.  

Jumlah Perguruan tinggi di Jerman adalah 428 perguruan tinggi. Dari jumlah itu terdapat 108 Universitas (Universität dan Technische Universität), 6 Perguruaan tinggi pendidikan (Kejuruan)atau (pädagogische Hochschule), 17 perguruan tinggi Theologi (Theologische Hochschule), 52 perguruan tinggi seni (Kunsthochschule), 216 perguruan tinggi politeknik (Fachhochschule) dan 29 perguruan tinggi administrasi masyarakat (Verwaltungsfachhochschule).
Di antara perguruan tinggi di Jerman hampir bisa di katakan tidak ada perbedaan secara signifikan dalam hal kualitas, biarpun ada yang namanya Hochschulranking atau ranking perguruan tinggi di Jerman (link : Hochschulranking ).
Berbeda hal nya dengan di Indonesia, kualitas antara universitas negeri di daerah kalimantan selatan misalnya bisa di katakan sangat jauh di banding dengan universitas negeri yang ada di Jakarta, Yogyakarta atau di pulau Jawa umumnya.


Kuliah di Jerman umumnya adalah Gratis (Tidak di kenakan biaya).  Berbeda dengan di Indonesia atau sekalipun negara maju seperti USA, Australia, Inggris dan lain-lainya.

Baca lanjutannya...

Pritzker architecture prize


Toyo Ito, Winner Pritzker Prize 2013

Pritzker Bronze



Pritzker prize atau bahasa indonesia nya penghargaan Pritzker atau dalam bahasa jerman nya Pritzker-Preis adalah sebuah penghargaan tahunan yang di berikan kepada seorang arsitek yang masih hidup. 

Penghargaan yang katanya paling bergengsi di dunia arsitektur ini di berikan berdasarkan penilaian terhadap kinerja seorang arsitek yang dengan kombinasi antara bakat, visi dan komitmen nya, yang dengan itu kinerja nya sebagai arsitek dan seni arsiteknya itu dia berkontribusi konsisten dan signifikan terhadap kemanusiaan dan pembangunan.

Penghargaan ini di mulai sejak 1979 dan penerima pengharaan pertama kali adalah Philip Johnson.
Pritzker architecture prize di dirikan oleh Jay A.Pritzker di tahun 1979. Penghargaan ini di danai oleh keluarga Pritzker dan di sponsori oleh Hyaat Foundation.

Para penerima penghargaan mendapatkan hadiah uang sebesar 100.000 US Dollar, sebuah sertifikat dan sejak 1981 juga mendapatkan sebuah medali perunggu.

Juri-juri setiap tahunnya di penghargaan ini terdiri dari 5 sampai 9 orang ahli. Ahli dalam bidang-bidang tertentu seperti arsitektur, bisnis, pendidikan, kultur dan penerbitan (media). 

Setiap arsitek yang berlisens, dapat mendaftarkan diri nya secara pribadi untuk bisa memenangi penghargaan ini. Yang tentunya hasilnya di tentukan oleh juri-juri yang menilai. 

Dari 1979 sampai 2013 baru hanya ada 1 arsitek perempuan yang memenangi penghargaan ini, yaitu Zaha Hadid di tahun 2004.  Dan penerima prize yang termuda adalah Ryue Nishizawa di umur 44 tahun (2010). Pemenang terakhir adalah Toyo Ito di tahun 2013.

berikut ini list pemenang dari 1979 - 2013.



1979Philip C. JohnsonUnited States
1980Luis BarragánMexico
1981Sir James StirlingUnited Kingdom
1982Kevin RocheUnited States
1983I.M. PeiUnited States
1984Richard MeierUnited States
1985Hans HolleinAustria
1986Gottfried BöhmGermany
1987Tange KenzoJapan
1988Gordon BunshaftUnited States
Oscar NiemeyerBrazil
1989Frank O. GehryUnited States
1990Aldo RossiItaly
1991Robert VenturiUnited States
1992Álvaro SizaPortugal
1993Maki FumihikoJapan
1994Christian de PortzamparcFrance
1995Ando TadaoJapan
1996Rafael MoneoSpain
1997Sverre FehnNorway
1998Renzo PianoItaly
1999Sir Norman FosterUnited Kingdom
2000Rem KoolhaasNetherlands
2001Jacques Herzog andPierre de MeuronSwitzerland
2002Glenn MurcuttAustralia
2003Jørn UtzonDenmark
2004Zaha HadidUnited Kingdom
2005Thom MayneUnited States
2006Paulo Mendes da RochaBrazil
2007Richard RogersUnited Kingdom
2008Jean NouvelFrance
2009Peter ZumthorSwitzerland
2010Kazuyo Sejima and Ryue NishizawaJapan
2011Eduardo Souto de MouraPortugal
2012Wang ShuChina
2013Toyo ItoJapan