| Iamsterdam |
Hari Minggu,
22 Desember 2013, pukul 6.00 pagi matahari masih belum bersinar dan waktu subuh
pun belum masuk, istri dan saya berjalan kaki ke stasiun pusat Dortmund. Kamit
terpaksa berjalan kaki karena kereta di depan rumah belum mulai jam jam segitu
di hari minggu.
15 Menit
kami berjalan kaki. Pukul 6.21 kereta kami berangkat menuju Viersen. Dari
Viersen kami pindah kereta untuk menuju Venlo. Venlo sudah masuk dalam peta
Belanda.
Dari Venlo
kami menuju ke Eindhoven. Kereta yang kami naikin di negeri kincir angin ini
adalah kelas IC atau InterCity. Yang kalau di Jerman adalah kereta cepat no.2
setelah ICE. Dan yang termahal nomor 2 setelah ICE juga. Tapi bentuk dan jenis
kereta IC milik belanda ini sama bentuk dan kelasnya seperti kereta Regional
express di Jerman. Yang kami biasa naiki dengan Semesterticket pelajar kami.
Dan menurut
saya pribadi kereta Regional Jerman jauh lebih bagus dari pada kereta IC milik
Belanda. Apalagi WC nya, saya heran sekali kenapa WC di IC milik Belanda yang
saya ingin gunakan antara dia rusak atau sangat kotor sehingga tak layak untuk
di gunakan.
Kelebihan di
kereta milik Belanda ini hanya 1 menurut saya. Yaitu WIFI gratisnya.
Di Jerman
jangan anda harap bias mendapat WIFI gratis, baik itu di bandara Internasional
nya sekalipun apalagi di kereta.
Tetapi di
Belanda itu kelebihannya, WIFI di kereta nya gratis dan di bus juga gratis saya
liat tanda nya. Jadi kita tidak bosan di kereta, karena bias terhubung dengan
dunia maya.
Amsterdam,
ini adalah pertama kali nya saya menginjakan kaki disana, dan istri saya juga
begitu.
Di dalam
benak saya Amsterdam hanya sebuah kota biasa, yang dimana ganja di legalkan di
jual di kedai tertentu. Kota yang penuh dengan sepeda. Dan banyak kanal-kanal
airnya.
Kami hanya
sebentar di Amsterdam, mungkin hanya sekitar 2-2,5 jam saja dan 2 jam nya di
Vollendam. Vollendam terletak sekitar 20 km dari Amsterdam. Vollendam terletak
di pinggir laut. Anginnya kencang dan bias di katakana dingin. Di sana kami hanya
berfoto menggunakan kostum tradisional Belanda.
Dan setelah
itu kami kembali lagi ke Amsterdam untuk makan siang dan jalan-jalan menuju
tempat yang ada tulisan Iamsterdam.
Di tram kota
Amsterdam istri saya dan saya sangat menyukai façade nya bangunan-bangunan di
Amsterdam. Menurut kami Amsterdam sangat bagus. Beda dari kota-kota Jerman
umumnya, beda dari kota-kota eropa lainnya. Bentuk rumah nya yang sangat khas
dan jendela nya yang besar-besar itu merubah pikiran saya tentang Amsterdam.
Definitif
saya dan istri akan berkunjung lagi kesini untuk bisa menikmati suasana kota
cantik ini lagi dengan lebih santai dan nyaman tanpa harus tergesa gesa untuk
pulang.
Apabila anda
mengerti tentang dunia Arsitektur dan mengenal Arsitek-arsitek dari Belanda
yang terkenal seperti OMA dan MVRDV, anda pasti akan berpikir. Pantas saja
mereka membuat gedung-gedung mereka seperti itu, mungkin inspirasi nya muncul dari
suasana bangunan kota Amsterdam ini.
Ada 1 yang
masih belum terjawab tentang Amsterdam di benak saya, yaitu kenapa bangunannya
banyak yang miring baik kedepan atau kesamping. Nanti akan saya cari tahun
lebih dalam lagi tentang itu di kunjungan berikutnya.
Sekian by
Eky S Sanjaya, short trip to Amsterdam dan Vollendam
| Vollendam costum |
| Amsterdam houses |
No comments:
Post a Comment