Tuesday, December 24, 2013

Short trip ke Amsterdam dan Vollendam, Holland


Iamsterdam

Hari Minggu, 22 Desember 2013, pukul 6.00 pagi matahari masih belum bersinar dan waktu subuh pun belum masuk, istri dan saya berjalan kaki ke stasiun pusat Dortmund. Kamit terpaksa berjalan kaki karena kereta di depan rumah belum mulai jam jam segitu di hari minggu.
15 Menit kami berjalan kaki. Pukul 6.21 kereta kami berangkat menuju Viersen. Dari Viersen kami pindah kereta untuk menuju Venlo. Venlo sudah masuk dalam peta Belanda.
Dari Venlo kami menuju ke Eindhoven. Kereta yang kami naikin di negeri kincir angin ini adalah kelas IC atau InterCity. Yang kalau di Jerman adalah kereta cepat no.2 setelah ICE. Dan yang termahal nomor 2 setelah ICE juga. Tapi bentuk dan jenis kereta IC milik belanda ini sama bentuk dan kelasnya seperti kereta Regional express di Jerman. Yang kami biasa naiki dengan Semesterticket pelajar kami.
Dan menurut saya pribadi kereta Regional Jerman jauh lebih bagus dari pada kereta IC milik Belanda. Apalagi WC nya, saya heran sekali kenapa WC di IC milik Belanda yang saya ingin gunakan antara dia rusak atau sangat kotor sehingga tak layak untuk di gunakan.
Kelebihan di kereta milik Belanda ini hanya 1 menurut saya. Yaitu WIFI gratisnya.
Di Jerman jangan anda harap bias mendapat WIFI gratis, baik itu di bandara Internasional nya sekalipun apalagi di kereta.
Tetapi di Belanda itu kelebihannya, WIFI di kereta nya gratis dan di bus juga gratis saya liat tanda nya. Jadi kita tidak bosan di kereta, karena bias terhubung dengan dunia maya.
Amsterdam, ini adalah pertama kali nya saya menginjakan kaki disana, dan istri saya juga begitu.
Di dalam benak saya Amsterdam hanya sebuah kota biasa, yang dimana ganja di legalkan di jual di kedai tertentu. Kota yang penuh dengan sepeda. Dan banyak kanal-kanal airnya.
Kami hanya sebentar di Amsterdam, mungkin hanya sekitar 2-2,5 jam saja dan 2 jam nya di Vollendam. Vollendam terletak sekitar 20 km dari Amsterdam. Vollendam terletak di pinggir laut. Anginnya kencang dan bias di katakana dingin. Di sana kami hanya berfoto menggunakan kostum tradisional Belanda.
Dan setelah itu kami kembali lagi ke Amsterdam untuk makan siang dan jalan-jalan menuju tempat yang ada tulisan Iamsterdam.
Di tram kota Amsterdam istri saya dan saya sangat menyukai façade nya bangunan-bangunan di Amsterdam. Menurut kami Amsterdam sangat bagus. Beda dari kota-kota Jerman umumnya, beda dari kota-kota eropa lainnya. Bentuk rumah nya yang sangat khas dan jendela nya yang besar-besar itu merubah pikiran saya tentang Amsterdam.
Definitif saya dan istri akan berkunjung lagi kesini untuk bisa menikmati suasana kota cantik ini lagi dengan lebih santai dan nyaman tanpa harus tergesa gesa untuk pulang.
Apabila anda mengerti tentang dunia Arsitektur dan mengenal Arsitek-arsitek dari Belanda yang terkenal seperti OMA dan MVRDV, anda pasti akan berpikir. Pantas saja mereka membuat gedung-gedung mereka seperti itu, mungkin inspirasi nya muncul dari suasana bangunan kota Amsterdam ini.
Ada 1 yang masih belum terjawab tentang Amsterdam di benak saya, yaitu kenapa bangunannya banyak yang miring baik kedepan atau kesamping. Nanti akan saya cari tahun lebih dalam lagi tentang itu di kunjungan berikutnya.


Sekian by Eky S Sanjaya, short trip to Amsterdam dan Vollendam



Vollendam costum

Amsterdam houses

No comments:

Post a Comment