Tuesday, December 24, 2013

Biaya Kuliah di Jerman - Biaya hidup

1.      Berapa biaya yang harus di keluarkan untuk kuliah di Jerman?

Biaya Hidup
Belanjaan mau liburan

Biaya hidup di Jerman tergantung dimana si mahasiswa tinggal. Misal dia tinggal di kota besar seperti München (Munich) tentu biasa yang di keluarkan akan lebih mahal di banding dengan saya yang tinggal di Dortmund. Dan apabila biaya hidup saya di bandingkan dengan yang di kota kecil seperti Wismar tentu saja yang di wismar akan lebih murah.
Rata-rata biaya hidup perbulan bervariasi, tetapi menurut saya dan dari apa yang saya dengar sekitar 450-600 Euro.
Biaya saya hidup di Dortmund berkisar 500an Euro, itu sudah termasuk asuransi, rumah tinggal, internet, pulsa handphone dan makan  (Saya tidak terlalu hemat).
Untuk supaya biaya perbulan bisa lebih murah, maka masaklah sendiri di rumah.

Bagi setiap calon mahasiswa yang akan berangkat ke Jerman, di saat mereka mengurus Visa di kedutaan Jerman, mereka di wajibkan mendepositokan uang sebesar 100 Juta rupiah. Dimana uang itu nanti akan di kirim ke rekening si calon mahasiswa ke rekening dia di Jerman. Uang itu sebetulnya adalah uang untuk dia sendiri nanti di Jerman. Bila di Euro kan maka 100 juta rupiah itu berkisar di 7800 euro. Dimana perhitungan itu adalah untuk 12 bulan biaya hidup di Jerman.
Jadi pemerintah Jerman tidak mau si calon mahasiswa tersebut datang ke Jerman untuk sekolah namun tidak dapat membiaya hidupnya di Jerman.  Jadi dengan deposito itu atau yang namanya Sperrkonto dalam bahasa Jerman si calon mahasiswa di pastikan bisa menghidupi diri nya.
Untuk sekarang ini, hampir setiap mahasiswa Indonesia di Jerman yang baru dating apabila mereka memperpanjang visa study nya mereka akan di minta bukti print out dari rekening mereka yang mereka di wajibkan mempunya Uang Sperrkonto tersebut lagi.
Memang itu sangat kerasa, harus menyiapkan uang sebanyak itu setiap akan memperpanjang visa.

Intermezzo tentang visa, biasanya dalam pertama kali memperpanjang visa di saat kita baru mulai kuliah, biasanya si pemohon visa akan mendapatkan 2 tahun visa (Deutsch : Visum). Dan untuk perpanjangan yang kedua juga kadang-kadang bisa mendapat 2 tahun lagi tapi juga bisa hanya 1 tahun saja. Semua tergantung di kota mana, sekali lagi kota dimana kota memilih sangat meiliki pengaruh besar. Untuk perpanjangan visa yang berikutnya biasanya akan mendapat hanya 1 tahun, 1 tahun.

No comments:

Post a Comment