Biaya
Hidup
Biaya hidup
di Jerman tergantung dimana si mahasiswa tinggal. Misal dia tinggal di kota
besar seperti München (Munich) tentu biasa yang di keluarkan akan lebih mahal di
banding dengan saya yang tinggal di Dortmund. Dan apabila biaya hidup saya di
bandingkan dengan yang di kota kecil seperti Wismar tentu saja yang di wismar
akan lebih murah.
Rata-rata
biaya hidup perbulan bervariasi, tetapi menurut saya dan dari apa yang saya
dengar sekitar 450-600 Euro.
Biaya saya
hidup di Dortmund berkisar 500an Euro, itu sudah termasuk asuransi, rumah
tinggal, internet, pulsa handphone dan makan
(Saya tidak terlalu hemat).
Untuk supaya
biaya perbulan bisa lebih murah, maka masaklah sendiri di rumah.
Bagi setiap
calon mahasiswa yang akan berangkat ke Jerman, di saat mereka mengurus Visa di
kedutaan Jerman, mereka di wajibkan mendepositokan uang sebesar 100 Juta
rupiah. Dimana uang itu nanti akan di kirim ke rekening si calon mahasiswa ke
rekening dia di Jerman. Uang itu sebetulnya adalah uang untuk dia sendiri nanti
di Jerman. Bila di Euro kan maka 100 juta rupiah itu berkisar di 7800 euro. Dimana perhitungan itu adalah untuk
12 bulan biaya hidup di Jerman.
Jadi pemerintah Jerman tidak mau si calon mahasiswa tersebut datang ke Jerman untuk sekolah namun tidak dapat membiaya hidupnya di Jerman. Jadi dengan deposito itu atau yang namanya Sperrkonto dalam bahasa Jerman si calon mahasiswa di pastikan bisa menghidupi diri nya.
Jadi pemerintah Jerman tidak mau si calon mahasiswa tersebut datang ke Jerman untuk sekolah namun tidak dapat membiaya hidupnya di Jerman. Jadi dengan deposito itu atau yang namanya Sperrkonto dalam bahasa Jerman si calon mahasiswa di pastikan bisa menghidupi diri nya.
Untuk sekarang ini, hampir setiap
mahasiswa Indonesia di Jerman yang baru dating apabila mereka memperpanjang
visa study nya mereka akan di minta bukti print out dari rekening mereka yang
mereka di wajibkan mempunya Uang Sperrkonto tersebut lagi.
Memang itu sangat kerasa, harus
menyiapkan uang sebanyak itu setiap akan memperpanjang visa.

No comments:
Post a Comment