Thursday, May 1, 2014

Samarinda, City where I was born

Samarinda at night


Samarinda adalah ibu kota provinsi Kalimantan timur, Indonesia. 
Kota ini berpenduduk 726.223 jiwa (2010). Samarinda memiliki luas sekitar 718  km². 
Samarinda terletak tidak jauh dari garis khatulistiwa, jadi bisa di katakan samarinda berbuaca kan panas layaknya panas di daerah khatulistiwa. Perkembangan kota samarinda maju pesat semenjak sekitar tahun 2005. Dimana di sebabkan oleh booming pengerukan tambang batu bara. Di sisi ekonomi, ini membawa kemajuan ekonomi untuk samarinda dan sekitarnya. Di sisi lain, ini membawa musibah untuk samarinda dan sekitarnya. Kenapa? karena samarinda di kelilingi tambang batu bara !!
Semenjak 2005 itu juga titik banjir di samarinda membanyak. Dan banjirnya konsisten. 
Setiap saya pulang ke samarinda, saya pasti ke daerah 40 km dari samarinda yang namanya pendingin dan muara kembang. 2 tempat ini terletak setelah Sanga-sanga. Sanga-sanga adalah daerah bersejarah di Kalimantan timur. Karena Penjajah jepang dan belanda berusaha untuk mendapatkan ladang minyak di situ.
Back to perjalanan ke pendingin dan muara kembang, di perjalanan menuju kesana saya menyaksikan kerusakan bumi kaltim yang di perbuat manusia manusia tidak tahu diri.
Tambang-tambang batu bara yang luasnya sejauh mata memandang, yang gunung pun di habisi oleh mereka menjadi sebuah lubang yang berisi air berwarna hijau belerang.
Miris melihatnya, sedih rasanya. Berapa ratus tahun lagi untuk bisa membalikan keasriaan kehijauan tempat itu seperti yang pernah saya lihat sebelum 2005.
Setiap hari mungkin ada ratusan tongkang membawa gunung-gunung batu bara yang sudah bersih berwarna hitam melewati sungai mahakam menuju ke laut untuk di bawa ke pulau JAWA dan untuk di jual ke luar negeri.
Batu bara umumnya akan di gunakan untuk bahan energi penghasil listrik. Yang lucu nya adalah di kalimantan timur sendiri mati lampu adalah hal lazim !!.
Seperti yang saya sudah tulis, miris. Itulah jawaban saya atas kota kelahiran saya sekarang. Semoga saja kedepannya, ada perbaikan. Amin ya robbal alamin

just fews kilometers from Samarinda